Kalau ditanya, Apakah perusahaan sudah backup data? hampir semua IT manager pasti jawab sudah. Tapi kalau pertanyaannya diganti jadi, Kalau server utama mati total besok pagi, berapa lama bisnis bisa kembali normal? Jawabannya mulai bervariasi. Ada yang bilang beberapa jam, ada yang bilang beberapa hari, bahkan ada yang diam karena tidak tahu.
Nah, di situlah kita baru sadar bahwa backup dan disaster recovery adalah dua hal yang sangat berbeda. Banyak perusahaan masih menganggap keduanya sama, padahal backup dan disaster recovery adalah dua hal yang berbeda, punya tujuan berbeda, dan bekerja dengan cara yang berbeda. Salah memahami perbedaan ini bisa berakibat fatal saat bencana benar-benar terjadi.
Apa Itu Backup Data?
Backup adalah proses menyalin dan menyimpan data ke lokasi lain, bisa ke hard disk eksternal, NAS (Network Attached Storage), atau cloud storage secara berkala. Dengan tujuan untuk melindungi data agar tidak hilang.
Misalnya, ada karyawan yang tidak sengaja menghapus file penting, atau ada serangan ransomware yang mengenkripsi data di server. Dengan backup yang rutin, data tersebut bisa dipulihkan dari salinan terakhir yang tersimpan. Backup biasanya dilakukan dengan jadwal tertentu, harian, mingguan, atau bulanan, tergantung kebutuhan dan kebijakan perusahaan.
Apa Itu Disaster Recovery?
Disaster recovery (DR) adalah strategi dan rencana menyeluruh untuk memulihkan seluruh operasional IT bisnis setelah terjadi gangguan besar. Bukan hanya data, tapi juga sistem, aplikasi, server, dan infrastruktur jaringan.
Disaster recovery dirancang untuk menghadapi kondisi yang lebih ekstrem seperti bencana alam (banjir dan gempa), kebakaran gedung server, atau serangan siber skala besar. Dalam situasi seperti ini, backup saja tidak cukup. Karena meskipun data ada, sistem yang menjalankan bisnis tetap tidak bisa beroperasi.
Contohnya seperti gedung kantor kebanjiran dan semua server fisik rusak. Dengan disaster recovery plan yang baik, sistem secara otomatis beralih ke data center sekunder di tempat lain dan bisnis tetap berjalan dalam hitungan menit.
Kenapa Backup Saja Tidak Cukup?
Ini pertanyaan yang sering muncul dan jawabannya penting untuk diketahui. Contoh nyatanya begini, saat server terkena ransomware, backup memang bisa memulihkan data, tapi prosesnya bisa memakan waktu berjam-jam. Selama itu semua transaksi terhenti, tim tidak bisa akses sistem, dan kerugian terus bertambah setiap menitnya. Dengan disaster recovery plan yang baik, sistem failover otomatis langsung aktif dengan cepat dan operasional bisa segera berjalan kembali. Itulah kenapa backup dan disaster recovery adalah dua lapisan perlindungan yang saling melengkapi.
Jenis-Jenis Disaster Recovery yang Bisa Dipilih
Tidak semua bisnis butuh setup DR yang sama. Ada beberapa model yang bisa disesuaikan :
- On-Premise DR : Data center sekunder dibangun sendiri di lokasi fisik yang berbeda. Kontrol penuh, tapi biaya infrastruktur besar.
- Cloud-Based DR : Menggunakan cloud public, sebagai recovery site. Lebih fleksibel dan hemat biaya karena model pay-as-you-go.
- DRaaS (Disaster Recovery as a Service) : Layanan DR yang dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga. Cocok untuk perusahaan yang tidak punya tim IT besar, cukup berlangganan, dan vendor yang mengurus semuanya.
- Hybrid DR : Kombinasi on-premise dan cloud. Data kritis disimpan lokal untuk recovery cepat, sedangkan DR jangka panjang disimpan di cloud.
Wujudkan Disaster Recovery yang Tangguh dengan Nutanix
Membangun disaster recovery yang tangguh bukan lagi sesuatu yang hanya bisa dilakukan perusahaan besar dengan infrastruktur mahal. Dengan platform yang tepat, bisnis dari berbagai skala bisa punya perlindungan yang tangguh, mudah dikelola, dan siap diaktifkan kapan saja dibutuhkan.
Nutanix Disaster Recovery dirancang khusus untuk kebutuhan operasional hybrid multicloud modern, Nutanix menghadirkan solusi DR yang tidak hanya kuat secara teknis tapi juga praktis untuk dijalankan sehari-hari.
- Model Deployment yang Fleksibel
Nutanix DR mendukung berbagai model deployment, mau itu DR on-premises, di public cloud, maupun melalui managed service provider. Anda bisa memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kondisi dan anggaran perusahaan, tanpa harus mengubah seluruh infrastruktur yang sudah ada.
- Satu Platform untuk Semua
Salah satu kelemahan DR tradisional adalah kerumitan pengelolaannya. Dengan Nutanix, recovery plan dan protection plan untuk seluruh environment hybrid multicloud bisa dikelola dari satu platform. Otomatisasi mengurangi ketergantungan pada proses manual yang rawan salah saat situasi penting.
- Failover dan Failback
Dalam situasi darurat, tidak ada ruang untuk uji coba yang mengganggu produksi. Nutanix DR memungkinkan test failover secara non-disruptif, tim IT bisa memverifikasi bahwa DR plan benar-benar bekerja, tanpa harus menghentikan operasional yang sedang berjalan. Ini penting untuk memastikan kepatuhan SLA dan memberikan kepercayaan bahwa sistem siap saat dibutuhkan.
Jika bisnis Anda sudah mulai berpikir serius soal disaster recovery atau sedang mengevaluasi solusi DR yang ada saat ini, Nutanix bisa menjadi referensi yang layak untuk dipelajari lebih lanjut. Untuk informasi lebih lengkap hubungi IT Solutions Sapta Tunas Teknologi sekarang!
Mari berdiskusi lebih lanjut tentang IT Solutions yang Terintegrasi di platform profesional kami
Mengapa STT?
Sapta Tunas Teknologi (STT), IT Solutions yang memiliki komitmen yang tinggi dalam membantu pelanggan mencapai tujuan organisasi dan merancang IT Solutions sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang mengikuti perkembangan tren teknologi di pasar saat ini.
- Dedicated Teams
- Certified Engineer
- Award-Winning
- Demo Solutions Center
- Trusted Partner
Referensi : https://www.nutanix.com/solutions/data-protection-disaster-recovery


