Seperti seseorang yang ingin masuk ke rumah, tapi tidak tahu kunci pintunya. Bukannya berhenti, orang itu terus mencoba semua kombinasi angka pada gembok sampai menemukan yang tepat. Di dunia digital, itulah yang disebut brute force attack sebuah serangan siber klasik namun tetap efektif yang menggunakan kekuatan trial and error untuk membobol kata sandi dan sistem keamanan.
Meskipun terdengar sederhana, jenis serangan ini masih menjadi ancaman serius di era serba online seperti sekarang. Dari akun media sosial hingga sistem perusahaan besar, semua bisa jadi target jika pertahanannya lemah.
Apa Itu Brute Force Attack?
Brute force attack adalah metode peretasan di mana penyerang mencoba berbagai kombinasi username dan password secara berulang sampai menemukan kombinasi yang benar. Teknik ini mengandalkan kekuatan komputasi dan kesabaran, bukan keahlian teknis tingkat tinggi.
Penyerang biasanya menggunakan program otomatis untuk melakukan ratusan bahkan jutaan percobaan login dalam waktu singkat, sehingga peluang berhasil lebih tinggi jika kata sandi yang ditargetkan lemah atau sederhana.
Jenis-Jenis Brute Force Attack

Brute force attack tidak hanya satu macam. Berikut beberapa jenis yang umum ditemui :
1. Simple Brute Force
Ini adalah bentuk brute force paling dasar. Penyerang menebak username dan password secara langsung dengan kombinasi yang sangat umum. Metode ini biasanya berhasil jika target menggunakan kata sandi pendek atau mudah ditebak.
2. Dictionary Attack
Pada teknik ini, penyerang menggunakan daftar kata sandi populer yang sering dipakai pengguna, mereka fokus pada kata-kata yang paling mungkin digunakan.
3. Hybrid Brute Force
Hybrid brute force mengombinasikan dictionary attack dengan variasi tambahan, seperti angka atau simbol. Teknik ini menargetkan pengguna yang merasa password-nya sudah aman padahal hanya memodifikasi kata umum.
4. Reverse Brute Force
Berbeda dari metode biasa, reverse brute force menggunakan satu kata sandi yang sudah diketahui untuk mencoba masuk ke banyak akun. Teknik ini memanfaatkan kebiasaan pengguna yang memakai password sama di berbagai aplikasi.
5. Credential Stuffing
Credential stuffing memanfaatkan data login hasil kebocoran sebelumnya. Penyerang mencoba kombinasi username dan password yang sudah valid ke banyak platform lain dengan harapan korban menggunakan data login yang sama.
Kenapa Mereka Melakukan Brute Force?
Serangan ini bisa punya beragam tujuan, antara lain :
- Mencuri data pribadi atau finansial : Akun bank, email, hingga sistem penting bisa dibuka setelah berhasil menebak kredensial login.
- Menyebarkan malware : Akun atau sistem yang berhasil disusupi bisa digunakan untuk menyebarkan program jahat ke banyak target lain.
- Mengambil alih sistem dan membuat botnet : Komputer yang diretas bisa dijadikan bagian dari jaringan botnet untuk menyerang sistem lain.
- Mengambil keuntungan finansial atau merusak reputasi : Dari menanam iklan spam sampai mencemarkan nama baik perusahaan.
Cara Mencegah Brute Force Attack
Berikut strategi terbaik untuk memperkuat pertahanan :
1. Gunakan Kata Sandi Kuat dan Unik
Kata sandi panjang dengan kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol jauh lebih sulit ditebak.
2. Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA)
MFA membuat serangan brute force sia-sia, karena membutuhkan bukti identitas tambahan selain kata sandi.
3. Batasi Jumlah Percobaan Login
Saat beberapa percobaan gagal berturut-turut, akun bisa dikunci sementara untuk mencegah percobaan berulang.
4. Gunakan CAPTCHA dan IP Blacklist
Menambah CAPTCHA bisa memblokir bot otomatis. Sementara daftar hitam IP bisa menghentikan alamat yang terbukti sering melakukan serangan.
5. Pantau Aktivitas Tidak Biasa di Sistem
Sistem monitoring bisa mendeteksi percobaan login massal atau aktivitas mencurigakan lainnya.
6. Gunakan Password Manager
Alat ini membantu membuat kata sandi kompleks dan unik untuk setiap akun tanpa perlu mengingat semuanya.
Perlindungan Brute Force dengan Fortinet FortiGate
Untuk memperkuat pertahanan terhadap serangan siber seperti brute force dan ancaman modern lainnya, penggunaan Next-Generation Firewall (NGFW) menjadi salah satu solusi yang sangat kuat dan efektif.
Solusi FortiGate Next-Generation Firewall adalah penerapan firewall canggih yang tidak hanya menyaring lalu lintas jaringan dasar, tetapi juga memberikan lapisan perlindungan lebih dalam terhadap ancaman yang terus berkembang. Perangkat ini dirancang untuk menghadapi berbagai serangan termasuk upaya login berulang, intrusi, dan malware berbahaya.
Kelebihan FortiGate NGFW
1. Perlindungan Real-Time terhadap Ancaman Baru
FortiGate dilengkapi dengan teknologi keamanan berbasis AI yang mampu mendeteksi dan menghentikan ancaman secara otomatis sebelum menyebabkan kerusakan.
2. Visibilitas Mendalam ke Lalu Lintas Jaringan
Solusi ini mampu melihat aktivitas aplikasi, pengguna, dan perangkat sehingga memudahkan tim keamanan untuk mengenali pola serangan atau aktivitas mencurigakan.
3. Manajemen Terpusat dan Operasi yang Disederhanakan
Dengan satu platform terintegrasi, NGFW memudahkan penerapan kebijakan keamanan di seluruh jaringan, baik di pusat data, cloud, maupun kantor cabang.
4. Skalabilitas untuk Berbagai Lingkungan
Solusi ini fleksibel dan bisa diatur untuk kebutuhan kecil hingga besar, dari server lokal, cloud, hingga sistem hybrid modern.
Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penerapan Fortinet FortiGate atau membutuhkan solusi keamanan jaringan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, silakan hubungi Sapta Tunas Teknologi sebagai mitra terpercaya dalam penyediaan dan implementasi solusi keamanan IT.
Mari berdiskusi lebih lanjut tentang IT Solutions yang Terintegrasi di platform profesional kami
Mengapa STT?
Sapta Tunas Teknologi (STT), IT Solutions yang memiliki komitmen yang tinggi dalam membantu pelanggan mencapai tujuan organisasi dan merancang IT Solutions sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang mengikuti perkembangan tren teknologi di pasar saat ini.
- Dedicated Teams
- Certified Engineer
- Award-Winning
- Demo Solutions Center
- Trusted Partner
Referensi : https://www.fortinet.com/resources/cyberglossary/brute-force-attack


