Downtime

Apa Itu Uptime dan Downtime? Pengertian, Perbedaan, dan Dampaknya

Di era transformasi digital yang terus berkembang, sistem teknologi seperti server, website, aplikasi, hingga layanan berbasis cloud memegang peranan yang sangat penting. Hampir seluruh aktivitas bisnis modern, mulai dari transaksi online, pengolahan data, hingga layanan pelanggan, bergantung pada sistem yang selalu aktif dan dapat diakses kapan saja.

Tapi dalam pengelolaannya, ada satu tantangan yang cukup sering terjadi dan bisa berdampak besar, yaitu downtime. Ketika server atau website mengalami gangguan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tapi juga dapat menghambat operasional bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, memahami konsep uptime dan downtime menjadi hal yang sangat penting.

Apa Itu Uptime?

Uptime adalah kondisi ketika server, website, atau sistem IT berada dalam keadaan aktif dan dapat berfungsi dengan normal. Uptime umumnya dihitung dalam bentuk persentase untuk menunjukkan seberapa lama suatu sistem dapat beroperasi tanpa gangguan dalam periode waktu tertentu.

Konsep uptime tidak hanya berlaku untuk website, tetapi juga mencakup berbagai sistem lain, seperti server fisik dan virtual, aplikasi internal perusahaan, database, sistem ERP, hingga layanan cloud. Sebagai contoh, uptime sebesar 99% berarti dalam 100 jam operasional, sistem mengalami gangguan sekitar 1 jam. Semakin tinggi nilai uptime, maka semakin andal sistem tersebut dalam mendukung aktivitas bisnis. Karena alasan inilah, banyak perusahaan menargetkan uptime hingga 99,999% atau yang dikenal dengan istilah five nines availability, terutama untuk sistem yang bersifat kritikal.

Pengertian Downtime

Downtime merupakan kondisi kebalikan dari uptime. Downtime terjadi ketika server, website, atau sistem tidak dapat diakses atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Gangguan ini bisa bersifat total, di mana sistem benar benar tidak dapat digunakan, atau sebagian, di mana hanya fitur tertentu yang mengalami masalah.

Dalam konteks server dan infrastruktur IT, downtime dapat menyebabkan website tidak bisa diakses, aplikasi internal tidak berjalan, transaksi gagal diproses, hingga data tidak dapat diakses oleh pengguna. Jika terjadi dalam waktu yang lama, downtime berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan menurunkan kepercayaan pelanggan.

Penyebab Terjadinya Downtime

penyebab downtime

Downtime tidak terjadi tanpa sebab. Baik pada website maupun server, gangguan umumnya dipicu oleh beberapa faktor berikut.

1. Kesalahan Teknis atau Human Error

Kesalahan konfigurasi server, proses update sistem yang tidak berjalan sempurna, atau kelalaian saat melakukan maintenance dapat menyebabkan sistem menjadi tidak stabil. Dalam lingkungan server, satu kesalahan kecil saja dapat berdampak pada banyak layanan sekaligus.

2. Masalah Perangkat Keras

Kerusakan pada komponen server seperti hard disk, RAM, power supply, atau gangguan jaringan di pusat data dapat mengakibatkan downtime. Oleh karena itu, server membutuhkan pemantauan dan perawatan rutin agar tetap beroperasi secara optimal.

3. Serangan Keamanan Siber

Serangan seperti DDoS, malware, atau ransomware tidak hanya menargetkan website, tetapi juga server dan infrastruktur jaringan. Jika sistem keamanan tidak memadai, serangan ini dapat melumpuhkan layanan dan menyebabkan downtime dalam waktu yang cukup lama.

4. Faktor Bencana Alam

Peristiwa alam seperti gempa bumi, banjir, maupun kebakaran dapat menyebabkan gangguan operasional yang cukup besar bagi perusahaan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat merusak fasilitas dan sarana pendukung bisnis. Kerusakan pada pusat data, server, serta sistem jaringan berpotensi menghentikan layanan perusahaan.

Menangani Downtime dengan Solusi Disaster Recovery dari Dell

Setelah kita memahami penyebab umum dari downtime, pertanyaan selanjutnya adalah Bagaimana cara meminimalkan risiko gangguan tersebut agar bisnis tetap berjalan lancar?
Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak diadopsi oleh perusahaan adalah solusi disaster recovery berbasis cloud.

Dell Technologies menghadirkan solusi Dell Cloud Disaster Recovery (Cloud DR) yang dirancang untuk membantu organisasi memulihkan sistem dan data secara cepat ketika terjadi gangguan besar, termasuk server down atau kehilangan akses akibat serangan atau kerusakan infrastruktur.

Dengan pendekatan ini, data dan sistem penting Anda direplikasi secara otomatis ke cloud, sehingga ketika pusat data utama mengalami kegagalan, sistem dapat dialihkan dan dijalankan di cloud dalam hitungan menit tanpa perlu membangun infrastruktur cadangan yang mahal.

Beberapa manfaat utama dari solusi Dell ini antara lain :

  • Waktu pemulihan yang lebih cepat : Dell dapat mengurangi waktu recovery hingga 85% dibandingkan metode tradisional, sehingga potensi downtime bisa diminimalkan secara drastis.
  • Biaya lebih efisien : Karena Cloud DR hanya mengaktifkan sumber daya cloud saat benar-benar diperlukan, Anda tidak perlu menanggung biaya infrastruktur cadangan 24/7 seperti pada model lama.
  • Operasional sederhana dan terintegrasi : Proses failover dan failback dapat dilakukan dengan beberapa klik saja, sehingga tidak membutuhkan tim teknis yang besar atau kompleks.
  • Fleksibilitas lintas platform cloud : Dell Cloud DR mendukung deploy ke berbagai public cloud seperti AWS, Azure, dan GovCloud, memberi Anda kebebasan memilih sesuai kebutuhan bisnis.

Pendekatan seperti ini sangat penting terutama bagi bisnis yang tidak bisa mentolerir downtime, karena gangguan layanan dapat berujung pada kerugian finansial, turunnya kepercayaan pelanggan, atau bahkan hilangnya data penting. Dengan menggabungkan strategi backup yang baik dan IT Solutions disaster recovery modern, seperti yang ditawarkan Dell, Anda dapat memperkuat ketahanan operasional bisnis secara signifikan. Jika tertarik dengan Dell disaster recovery, hubungi tim IT Solutions Sapta Tunas Teknologi sekarang!

Mari berdiskusi lebih lanjut tentang IT Solutions yang Terintegrasi di platform profesional kami

Mengapa STT?

Sapta Tunas Teknologi (STT), IT Solutions yang memiliki komitmen yang tinggi dalam membantu pelanggan mencapai tujuan organisasi dan merancang IT Solutions sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang mengikuti perkembangan tren teknologi di pasar saat ini.

  • Dedicated Teams
  • Certified Engineer
  • Award-Winning
  • Demo Solutions Center
  • Trusted Partner

Referensi : https://www.delltechnologies.com/asset/da-dk/solutions/infrastructure-solutions/briefs-summaries/h18462-cloud-disaster-recovery-aws.pdf

 

Scroll to Top