Semakin banyak layanan yang dapat diakses melalui internet, semakin besar juga peluang kejahatan siber terjadi. Website phishing muncul sebagai salah satu metode penipuan paling umum, di mana pelaku membuat situs palsu untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan informasi sensitif seperti kata sandi dan data keuangan.
Website phishing sering kali terlihat meyakinkan karena meniru tampilan situs resmi. Tanpa pemahaman yang cukup, pengguna dapat menjadi korban hanya dalam hitungan menit, bahkan tanpa menyadari bahwa data mereka telah dicuri.
Apa Itu Website Phishing?
Website phishing adalah teknik kejahatan siber yang dilakukan dengan membuat situs palsu yang menyerupai website resmi. Tujuan utama dari kejahatan ini adalah mencuri informasi sensitif, seperti username, kata sandi, data kartu kredit, hingga informasi keuangan lainnya.
Pelaku biasanya menyebarkan tautan phishing melalui email, chatting, media sosial, atau iklan digital yang terlihat seperti asli. Karena tampilannya mirip dengan situs asli, banyak pengguna tidak menyadari bahwa mereka sedang mengakses website palsu.
Jenis Jenis Website Phishing yang Sering Terjadi
Website phishing memiliki berbagai bentuk dan teknik yang terus berkembang. Berikut beberapa jenis phishing yang paling sering ditemui :

1. Clone Phishing
Clone phishing dilakukan dengan meniru website asli secara hampir identik, mulai dari tampilan hingga struktur halaman. Perbedaan biasanya hanya terdapat pada alamat domain yang sedikit dimodifikasi.
Contohnya adalah halaman login media sosial yang dipalsukan dan disebarkan melalui grup pesan instan untuk menargetkan pengguna tertentu.
2. Spear Phishing
Spear phishing merupakan serangan yang menargetkan individu atau perusahaan tertentu. Pelaku melakukan riset terlebih dahulu agar pesan terlihat personal dan relevan, sehingga korban lebih mudah percaya dan mengakses website palsu.
3. Pharming Attack
Pada pharming attack, pengguna tetap diarahkan ke website phishing meskipun mengetik alamat situs yang benar. Hal ini terjadi akibat manipulasi DNS atau sistem jaringan, sehingga korban tidak menyadari bahwa mereka berada di situs tiruan.
4. Business Email Compromise
Business Email Compromise atau BEC memanfaatkan email atau domain yang menyerupai perusahaan resmi untuk menipu korban agar memberikan akses penting atau melakukan transfer dana.
Sebagai contoh, terdapat kasus phishing yang meniru layanan perbankan di Indonesia dengan menawarkan promo tertentu dan mengarahkan korban ke URL palsu.
Cara Efektif Mencegah Website Phishing
Mencegah website phishing membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya bergantung pada kewaspadaan pengguna, tetapi juga sistem keamanan yang kuat. Berikut beberapa langkah pencegahan yang efektif :
1. Edukasi dan Pelatihan Phishing Awareness
Karyawan dan pengguna perlu dibekali pemahaman mengenai ciri ciri website phishing, seperti domain mencurigakan, kesalahan ejaan, atau permintaan data secara tiba tiba. Simulasi phishing secara rutin membantu meningkatkan kesadaran terhadap ancaman siber.
2. Menggunakan Multi Factor Authentication dan Password Manager
Penerapan multi factor authentication memberikan perlindungan tambahan meskipun kredensial berhasil dicuri. Password manager juga membantu pengguna membuat dan menyimpan kata sandi yang kuat dan unik.
3. Mengaktifkan Web Filtering dan Keamanan Email
Web filtering dan sistem deteksi phishing berbasis AI dapat memblokir website berbahaya sebelum diakses. Teknologi ini bekerja dengan menganalisis pola domain dan reputasi website yang diperbarui secara berkala.
4. Audit Keamanan dan Monitoring DNS Secara Berkala
Audit sistem keamanan membantu memastikan kebijakan berjalan efektif. Monitoring DNS memungkinkan tim IT mendeteksi aktivitas pengalihan mencurigakan yang mengarah ke website phishing.
Sangfor Athena SWG sebagai Solusi Pencegahan Website Phishing
Seiring meningkatnya penggunaan jaringan terenkripsi dan model kerja hybrid, metode keamanan konvensional semakin sulit mendeteksi website phishing. Sangfor Athena Secure Web Gateway hadir sebagai solusi modern dengan berbagai keunggulan.
Athena SWG mampu melakukan pemantauan dan deteksi aktivitas web secara real time, termasuk traffic terenkripsi. Sistem ini menganalisis perilaku pengguna dan mengidentifikasi website berisiko sebelum diakses. Solusi ini juga memberikan visibilitas menyeluruh terhadap aktivitas internet pengguna, sehingga perusahaan dapat mengenali pola akses yang mencurigakan dan melindungi data sensitif.
Melalui fitur web filtering yang canggih, tim IT dapat mengontrol akses internet, menjaga produktivitas, serta mencegah pengguna mengunjungi website phishing. Selain itu, Sangfor Athena SWG dirancang untuk mendukung lingkungan kerja on premises, cloud, maupun hybrid, sehingga perlindungan tetap optimal di berbagai kondisi kerja.
Hubungi IT Solutions Sapta Tunas Teknologi, untuk pelajari solusi keamanan web yang tepat untuk menjaga data dan aktivitas online tetap aman.
Mari berdiskusi lebih lanjut tentang IT Solutions yang Terintegrasi di platform profesional kami
Mengapa STT?
Sapta Tunas Teknologi (STT), IT Solutions yang memiliki komitmen yang tinggi dalam membantu pelanggan mencapai tujuan organisasi dan merancang IT Solutions sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang mengikuti perkembangan tren teknologi di pasar saat ini.
- Dedicated Teams
- Certified Engineer
- Award-Winning
- Demo Solutions Center
- Trusted Partner
Referensi : https://www.sangfor.com/id/cybersecurity/sangfor-athena-foundation/secure-web-gateway-swg


