sangfor HCI

Menjaga Uptime Layanan Perbankan 24/7 dengan Infrastruktur HCI

Menjaga Uptime Layanan Perbankan 24/7 dengan Infrastruktur HCI

Bagi sebuah bank, periode akhir bulan atau jam penggajian (payroll) adalah masa-masa krusial. Pada momen inilah trafik transaksi digital via mobile banking maupun internet banking melonjak tajam. Di balik antarmuka aplikasi yang simpel, sistem di belakang layar bekerja ekstra keras memproses ribuan data transaksi per detik.

Namun, tidak jarang tim IT bank dihadapkan pada dilema klasik: aplikasi menjadi lambat, request time-out, atau bahkan mengalami downtime. Mengapa hal ini masih sering terjadi padahal investasi infrastruktur HCI maupun perangkat teknologi terus ditingkatkan?

Ketika Sistem Lama Tak Lagi Sanggup Menahan Lonjakan Transaksi

Secara historis, sebagian besar pusat data perbankan dibangun menggunakan pendekatan 3-tier tradisional—di mana unit server komputasi, jaringan (networking), dan media penyimpanan (storage/SAN) berdiri secara terpisah tanpa dukungan infrastruktur HCI.

Meski andal pada zamannya, arsitektur ini mulai menemui batas kemampuannya saat dihadapkan pada era digital banking modern karena beberapa factor :

  • Silo dan Pengelolaan yang Rumit: Setiap komponen (server, switch, storage) memiliki sistem manajemen masing-masing. Ketika terjadi gangguan saat jam sibuk, proses pelacakan sumber masalah (troubleshooting) membutuhkan waktu lama karena belum menerapkan infrastruktur HCI yang terpusat.
  • Proses Skalabilitas yang Lambat: Saat volume transaksi naik pesat, menambah kapasitas penyimpanan atau daya komputasi pada arsitektur non-infrastruktur HCI bukan perkara instan. Membeli dan mengonfigurasi perangkat keras baru secara terpisah memakan waktu mingguan, bahkan bulanan.
  • Tingginya Risiko Downtime Saat Maintenance: Pembaharuan sistem (patching/upgrades) pada arsitektur lama kerap memerlukan pemeliharaan terjadwal yang berisiko menghentikan layanan sementara, berlawanan dengan fleksibilitas infrastruktur HCI.

Solusi Baru Agar Layanan Bank Tetap Lancar 24 Jam Nonstop

Untuk menyikapi tren transaksi digital yang tak pernah tidur, standar pusat data perbankan kini mulai bergeser ke arah arsitektur terintegrasi yang lebih fleksibel. Solusi yang semakin banyak diadopsi oleh institusi finansial adalah infrastruktur HCI (Hyper-Converged Infrastructure).

Secara sederhana, infrastruktur HCI menyatukan fungsi komputasi, penyimpanan data, jaringan, dan keamanan berbasis perangkat lunak (software-defined) ke dalam satu platform tunggal. Salah satu pilihan teknologi infrastruktur HCI yang banyak diandalkan di industri perbankan adalah Sangfor HCI.

Penerapan infrastruktur HCI dari Sangfor membawa sejumlah keunggulan spesifik yang menjawab langsung kebutuhan operasional bank :

sangfor HCI

  1. High Availability & Auto-Recovery: Jika salah satu server fisik mengalami gangguan teknis, fitur High Availability (HA) pada infrastruktur HCI Sangfor secara otomatis memindahkan beban kerja aplikasi ke node lain tanpa menghentikan transaksi nasabah (seamless execution).
  2. Keamanan Siber Terintegrasi pada Tingkat Infrastruktur: Berbeda dengan konsep biasa, infrastruktur HCI dari Sangfor dibekali fitur keamanan terintegrasi seperti aSec dan perlindungan terhadap Ransomware. Hal ini memberikan proteksi berlapis untuk data finansial nasabah yang bersifat sensitif.
  3. Efisiensi Biaya Operasional (TCO) & Skalabilitas Fleksibel: Mengusung konsep Pay-as-You-Grow, infrastruktur HCI memungkinkan bank menambah node baru kapan saja seiring bertambahnya nasabah tanpa perlu investasi besar di awal maupun perubahan arsitektur yang rumit.
  4. Visibilitas dan Manajemen Satu Layar: Seluruh sumber daya komputasi, penyimpanan, hingga trafik jaringan dalam infrastruktur HCI dapat dipantau dari satu dasbor terpadu. Fitur analisis bawaan Sangfor juga memudahkan tim IT memprediksi kebutuhan kapasitas di masa depan secara presisi.

Menyiapkan Pusat Data Perbankan yang Pas untuk Masa Depan

Penggunaan teknologi seperti infrastruktur HCI memberikan kerangka kerja yang sangat kuat, namun penerapannya pada lingkungan perbankan membutuhkan perencanaan yang matang. Beban kerja aplikasi inti (core banking), kepatuhan regulasi perlindungan data finansial, hingga strategi pemulihan bencana (Disaster Recovery) tetap menjadi pertimbangan utama.

Dalam memodernisasi ke arah infrastruktur HCI, banyak institusi perbankan memilih bertukar pikiran dengan pakar integrasi sistem untuk memetakan arsitektur yang paling efisien.

PT Sapta Tunas Teknologi (STT) hadir membantu berbagai enterprise dan institusi finansial dalam merancang strategi migrasi ke infrastruktur HCI. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan bisnis, STT menjahit berbagai teknologi terkemuka—seperti Sangfor HCI—menjadi satu kesatuan solusi yang aman, andal, dan siap mendukung pertumbuhan transaksi digital perbankan jangka panjang.

Mengapa STT?

Sapta Tunas Teknologi (STT), IT Solutions yang memiliki komitmen tinggi dalam membantu pelanggan mencapai tujuan organisasi dan merancang IT Solutions sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang mengikuti perkembangan tren teknologi di pasar saat ini.

  • Dedicated Teams
  • Certified Engineer
  • Award-Winning
  • Demo Solutions Center
  • Trusted Partner

Ref : https://www.sangfor.com/id/blog/cloud-and-infrastructure/implementasi-hci-perbankan-dan-manufaktur

Scroll to Top